Pasukan keamanan Mesir telah menangkap 300 anggota Ikhwanul Muslimin di seluruh negeri, kurang dari 10 hari sebelum pemilu legislatif.
Ikhwanul Muslimin kelompok oposisi terbesar di Mesir, mengatakan pada Jumat bahwa penangkapan berlangsung di beberapa kota, termasuk Alexandria, pada hari Jumat.
Hampir setengah dari penangkapan itu di kota pelabuhan Alexandria, di mana puluhan anggotanya terluka.
Namun, pasukan keamanan Mesir mengatakan mereka hanya menahan sekitar 100 anggota yang membuat keonaran dan demonstasi.
Muhammad Ghuneim, wakil anggota Ikhwanul Muslimin Mesir di Inggris mengkonfimasikan eskalasi penangkapan kelompok oposisi oleh pemerintah Mesir.
Muhammad Ghuneim mengatakan, pasca pengumuman keikutsertaan Ikhwanul Muslimin dalam pemilu legislatif pada 28 November mendatang, polisi Mesir melakukan aksi penangkapan besar-besaran terhadap anggota kelompok ini.
Mengingat kinerja pemerintah Mesir saat ini, tampaknya pemilu tidak akan berjalan sehat. Pemilu hanya dijadikan sebagai kendaraan politik untuk mewujudkan ambisi partai berkuasa,” tegas Ghuneim.
Menjelang penyelenggaraan pemilu legislatif, polisi Mesir menangkap lebih dari 600 anggota Ikhwanul Muslimin. Kelompok ini adalah rival terbesar pemerintahan Presiden Mesir, Hosni Mubarak dalam pemilu mendatang.[sabili.co.id]



astaghfirulloh…ya Alloh jauhkanlah kami dari kesewenang- wenangan penguasa yang dzalim…dan tolonglah saudara kami yang ada dimesir dari fitnah penguasa yg lalim…amin
teroris tuh, jangan dikasihani.
Lihat aja iren, banyak penduduk nya pingin ngungsi keluar. Apa artinya ini coba….
barangsiapa yang menzalimi org yang membantu agama Allah (Islam) maka Allah akan memurkai mereka. Setiap kebaikan akan dibalas dengan ganjaran pahala…Allah akan bersama orang-orang yang bersabar.
Dunia ini fana dg bukti2 akan adanya dua sisi yg selalu bergantian, damai kacau, susah senang , selamat celaka dll dlsb, dan siapapun orangnya tdk peduli beriman, kafir, atheis atau yang lainnya pernah mengalami. Jd keadaan suatu tempat, negara dll tdk bisa dijadikan tolok ukur penilaian akan kebenaran penduduknya.